Anggaran Rumah Tangga

BAB I  SIFAT DAN TUJUAN
Pasal 1 Sifat Asosiasi

  1. Asosiasi ini merupakan wadah bagi ahli riset operasi, matematikawan, pengguna dan penggemar riset operasi, serta mereka yang menaruh minat untuk memajukan riset operasi di Indonesia.
  2. IORA merupakan organisasi yang bersifat keilmuan dan profesional.

Pasal 2 Susunan Organisasi

  1. IORA merupakan organisasi yang wilayah hukumnya meliputi seluruh wilayah Republik Indones
  2. Untuk kelancaran organisasi, Pengurus Pusat IORA dapat membentuk Wilayah Organisasi di daerah tingkat

Pasal 3 Keanggotaan

  1. Anggota biasa, ialah seorang spesialis riset operasi, pengguna dan penggemar yang menyetujui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan berminat ikut serta mengusahakan tercapainya tujuan
  2. Anggota kehormatan, ialah seseorang yang telah berkontribusi dalam pengembangan riset operasi dan ditetapkan melalui kongres.

Pasal 4 Tata Cara Menjadi Anggota

  1. Untuk menjadi anggota biasa, seseorang harus mengajukan permohonan tertulis dan disetujui oleh Pengurus Pusat. Setelah diterima dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga, kepadanya diberikan Kartu Tanda Anggot
  2. Anggota kehormatan ditetapkan oleh Pengurus Pusat Asosiasi.

Pasal 5 Hak dan Kewajiban Anggota

  1. Hak Anggota
    1. Anggota biasa mempunyai hak bicara, hak suara, hak dipilih, dan hak memilih.
    2. Anggota kehormatan mempunyai hak bicar
  2. Kewajiban Anggota
    1. Setiap anggota berkewajiban memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan Kongre
    2. Setiap anggota berkewajiban melaksanakan keputusan Rapat Pengurus yang didasarkan kepada keputusan-keputusan Kongr
    3. Setiap anggota berkewajiban membayar uang pangkal dan iuran yang besarnya dan cara pembayarannya ditetapkan oleh keputusan Kongr

Pasal 6 Pemberhentian Keanggotaan

  1. Pemberhentian Keanggotaan dapat dilakukan karena
    1. Meninggal dunia
    2. Atas permintaan sendiri
    3. Melanggar AD/ART
  2. Tata cara pemberhentian diatur dalam peraturan tersendiri

 

BAB III  TATA CARA PENYELENGGARAAN KONGRES
Pasal 7 Tempat dan Waktu Penyelenggaraan Kongres

  1. Tempat pelaksanaan Kongres ditetapkan dalam Kongres sebelumnya, dan diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah
  2. Kongres diadakan 3 (tiga) tahun sekali
  3. Kongres luar biasa diadakan bila Pengurus Pusat menganggap perlu atau bila sekurang-kurangnya setengah dari jumlah anggota memintanya secara tertulis kepada Pengurus Pusat dengan memberitahukan hal-hal yang akan dibicarakan
  4. Pemberitahuan untuk menyelenggarakan Kongres dikirimkan oleh panitia penyelenggara Kongres kepada semua anggota, sekurang-kurangnya satu tahun sebelum Kongres dimulai.
  5. Segala sesuatu mengenai Kongres disiapkan oleh panitia penyelenggara dengan pengarahan Pengurus Pusat IORA.

Pasal 8 Pimpinan Kongres dan Cara Pengambilan Keputusan

  1. Panitia penyelenggara Kongres ditetapkan melalui keputusan Pengurus Pusat.
  2. Pemimpin sidang Kongres adalah ketua pelaksana Kongres.
  3. Pengesahan acara Kongres dilakukan oleh Kongres.
  4. Kongres merupakan kekuasaan tertinggi dalam IORA.
  5. Keputusan-keputusan disusun secara tertulis dan disampaikan kepada pengurus IORA.
  6. Keputusan-keputusan sejauh mungkin diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Jika dengan jalan musyawarah tidak dapat dicapai mufakat, baru diadakan pemungutan suara dan keputusan diambil atas dasar suara terbanyak.
  7. Pemberian suara tidak dapat diwakilkan atau dikuasakan dalam bentuk apapun.
  8. Setelah diadakan Kongres, diadakan rapat di tingkat wilayah dengan tata cara penyelenggaraan yang sama dengan Kongre

BAB IV KEPENGURUSAN
Pasal 9 Masa Bakti Pengurus dan Pemilihan Pengurus

  1. Masa bakti ketua asosiasi sebanyak-banyaknya dua
  2. Masa bakti pengurus bidang sama dengan masa bakti pengurus asosiasi.
  3. Pengurus dari setiap bidang sekurang-kurangnya terdiri atas seorang koordinator, yang ditetapkan oleh ketua.
  4. Pengurus wilayah ditetapkan oleh pengurus pusat setelah memperhatikan usulan dari rapat anggota tingkat wilayah.
  5. Kongres menetapkan panitia pemilihan pengurus pusat untuk masa bakti berikutn

Pasal 10 Hak dan Kewajiban Pengurus

  1. Pengurus Pusat berhak:
    1. Mewakili dan berwenang untuk bertindak atas nama asosiasi, baik ke luar maupun ke dala
    2. Menetapkan peraturan, tata tertib, dan kebijaksanaan untuk menjalankan tugas dan kewajibann
    3. Melaksanakan hak dan tugas lainnya yang ditetapkan dalam Kongre
  2. Pengurus Pusat berkewajiban
    1. Memenuhi dan melaksanakan ketentuan dalam Anggaran Dasar.
    2. Menyusun program kerja dan melaksanakannya setelah disahkan Kongres dengan berpedoman pada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Keputusan Kongre
    3. Mempertanggungjawabkan segala kewenangan dan tugas-tugas yang dilakukan pada Kongre
  3. Hak dan tugas Pengurus Wilayah disesuaikan dengan hak dan tugas pengurus pusat.

Pasal 11 Pertanggungjawaban Pengurus

  1. Setiap ketua bidang bertanggungjawab kepada rapat kerja Pengurus Pusat, dengan menyampaikan laporan pelaksanaan kerja selama masa baktiny
  2. Ketua Asosiasi menyampaikan pertanggungjawaban Pengurus Pusat kepada Kongres yang mencakup masalah pelaksanaan program kerja yang ditetapkan dalam Kongres sebelumnya, termasuk laporan keuangan dan hal-hal lain selama masa bakti kepengurusannya.
  3. Pengurus wilayah bertanggungjawab kepada pengurus pusat asosiasi dengan menyampaikan laporan pelaksanaan program kerja selama masa baktiny
  4. Pertanggungjawaban pengurus wilayah disesuaikan dengan ayat 1 (satu), 2 (dua) dan 3 (tiga) di at

Pasal 12 Penyelenggaraan Rapat Pengurus

  1. Rapat kerja pengurus pusat dan pengurus wilayah dipimpin oleh ketua asosiasi. Dalam hal ketua berhalangan rapat dipimpin oleh wakil ketua atau yang diberi mandat oleh ketua.
  2. Rapat kerja pengurus pusat dan wilayah hanya dianggap sah jika dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah pengurus yang diundang.
  3. Keputusan-keputusan rapat sejauh mungkin diambil berdasyarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Apabila pemungutan suara terpaksa ditempuh, keputusan ditetapkan berdasarkan suara terbanyak dari yang hadir dalam rapat.
  4. Penyelenggaraan rapat pengurus di tingkat wilayah disesuaikan dengan ayat (1), (2), dan (3) di at

BAB V KEKAYAAN DAN PEMBUBARAN ASOSIASI
Pasal 13 Kekayaan

  1. Sumber keuangan asosiasi berasal dari iuran anggota, sumbangan-sumbangan tidak mengikat dan usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
  2. Usaha pengumpulan keuangan, dan sumbangan untuk pembiayaan asosiasi menjadi tanggung jawab pengur
  3. Pengelolaan keuangan dan perlengkapan asosiasi menjadi tanggungjawab penguru
  4. Hal-hal lain mengenai pengaturan keuangan dan pengaturan serta perlengkapan lain yang tidak diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga diatur dalam peraturan tersendiri.

Pasal 14 Pembubaran Asosiasi dan Wilayah

  1. Jika oleh kongres telah diputuskan bahwa asosiasi dibubarkan, pembubaran mencakup pula pembubaran semua wilayah.
  2. Wilayah yang dianggap tidak lagi memenuhi syarat dapat dibubarkan oleh Pengurus Pusat.

BAB VI PENUTUP
Pasal 15 Ketentuan Lain-lain

  1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan ditetapkan lebih lanjut oleh Pengurus Pusat dengan memperhatikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangg
  2. Anggaran Rumah Tangga ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
-->